Bebaskan Pendidikan dari Ketertindasan!

Tenggorokan saya tercekat. Lalu air mata yang sedari tadi saya tahan akhirnya menetes juga, saat saya menonton sebuah acara reality show di sebuah TV swasta yang menayangkan sosok Pak Mahmud, seorang guru honorer di sebuah sekolah swasta yang sekaligus merangkap sebagai kepala sekolah di sekolah tersebut. Presenter acara TV tersebut mendapatinya sedang mengais sampah di sebuah tempat pembuangan akhir. Dengan mimik muka yang lugu, Pak Mahmud mencurahkan kepayahannya dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Tiga anaknya terpaksa tidak dapat menikmati layanan pendidikan sebagaimana mestinya karena ketiadaan biaya. Sangat lekat dalam ingatan saya, saat Pak Mahmud dengan lantang menyatakan, “Saya harap pemerintah mau memperhatikan nasib guru yang berada di tempat terpencil, tidak hanya yang di kota besar saja. Karena ketulusan dan keikhlasan mereka untuk mencerdaskan anak bangsa seharusnya diimbangi dengan perbaikan nasib.”

Entah ada berapa Pak Mahmud lainnya di seluruh penjuru negara ini…

Read more

Kepada Yang Terhormat, Bapak Mendiknas…

Di hari pertamanya menjabat sebagai Mendiknas, Muhammad Nuh, mantan Rektor ITS dan Menkominfo, mampu membuat publik terhenyak atas pernyatannya tentang rencana kerja yang akan dilakukannya selama menduduki jabatan Mendiknas. Ujian nasional, yang selama ini dipakai sebagai penentu nasib siswa akan kelulusannya di sekolah menengah atas, akan diperluas fungsinya sebagai “modal utama” untuk memasuki “ring tinju” kompetisi perebutan kursi di perguruan tinggi. “Kalau bisa dipermudah menjadi hanya sekali tes, mengapa harus dua kali?”, begitu penyataan bapak Menteri. Read more