You are currently browsing the category archive for the 'amel dan dunianya' category.
Rasulullah SAW bersabda :
Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda: Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.
(Riwayat Bukhori dan Muslim)
nasihat ibu saya : mbak, mama sudah merasakan sendiri. siapa yang mempermudah urusan orang lain, Allah pasti akan mempermudah urusannya dengan cara2 yang nggak bisa diduga.
prof irwanto (unika atmajaya) : ingat filosofi pensil, kalau dia ingin menjadi pensil yang tajam, maka dia harus memberikan sebagian besar tubuhnya untuk diraut. begitu pula dengan manusia. ketika ia ingin menjadi berarti, maka ia harus berkorban lebih banyak kepada sesamanya.
mas ardi (mantan dosen wali saya) : jangan beralasan kita nggak punya apapun untuk diberi, selalu saja kita punya sesuatu. Kalau toh tidak punya uang, kita punya tenaga. Kalau toh tidak punya tenaga, kita masih punya hati dan kepala. Tuhan memberi banyak hal untuk memberi sehingga yang tidak mungkin menjadi mungkin. Bahkan kendala bahasa tak menjadi ganjalan. Berikan hati bila kita memang tidak punya apa-apa.
empat filosofi altruisme yang nggak mungkin bisa saya lupakan. kadang terlintas di kepala, saya harus jadi “super” dulu sebelum memberi. tapi saya menyadari, “super” itu tidak pernah tercapai, karena manusia tidak akan pernah puas dengan apa yang telah Allah berikan kepadanya. selalu saja ada yang kurang. makanya, memberi itu harusnya mulai dari rasa syukur terlebih dahulu.
lalu ikhlas.
dan itulah satu2nya jalan untuk menjadi “runcing”.

komentar terakhir