Posted on

Pedoman Penulisan Skripsi dan APA Manual Publication

Seiring dengan maraknya isu plagiasi di kampus saya akhir-akhir ini, saya jadi tergugah untuk menulis postingan ini. Pada dasarnya manusia itu Homo Mimesis; makhluk peniru yang unggul, dan ini tidak perlu diperdebatkan lagi. Sudah banyak teoris yang membuktikan hal ini; Bandura, Vygostky, Konrad Lorentz, dan lain-lainnya. Bahkan ketika mahasiswa mengajukan proposal penelitian untuk tugas akhir yang menggunakan model grounded theory pasti diketawain dosennya dan dicap megalomania. Artinya, tidak ada karya yang seratus persen orisinil. Bakal panjang ceritanya kalo ngomong masalah plagiasi, sarat pro-kontra. Tapi satu fakta yang tak terbantahkan, plagiasi itu dosa terberat dalam dunia akademis. Ibaratnya di Islam, plagiasi itu dosanya kaya murtad :D

Menurut hemat saya, motivasi utama seorang plagiator adalah MALES. Itu yang pertama. Tetapi yang kedua adalah masalah kurangnya pengetahuan dan enggannya mereka untuk belajar hal-hal baru, ini yang sungguh saya gelisahkan dari teman-teman saya dan tentunya diri saya sendiri. Apalagi dulu jaman-jamannya gila-gilaan ngerjain proposal penelitian, baik kualitatif, maupun kuantitatif, hati saya jadi miris waktu ngeliat cara pengerjaan teman-teman saya. Mereka pada nongkrong di Psycho Corner trus dengan santainya buka-buka skripsi dan nyalin bab 2 dan bab 3-nya persis plek dari situ. Ya ampuuuuunnn… Padahal saya yang lugu niat ini bikin proposal dengan tangan dan pikiran sendiri. Tetap pake referensi, ya jurnal-jurnal dan buku-buku bahasa kingkong itu. Tapi kan referensi-referensi itu mesti dibaca (dan berulang-ulang) terlebih dahulu. Bayangkan, saya harus membaca puluhan jurnal dan beberapa buku teks dalam bahasa inggris hanya untuk tugas proposal kuanti dan kuali, sedangkan teman-teman saya dengan santainya menyalin kembali skripsi kakak kelasnya, yang sebenarnya… Banyak salahnya.. :(

Aaaah kok jadi curhat, balik lagi ke masalah plagiasi deh. Ketika membaca twit dan status facebook dari beberapa staf pengajar yang mengeluhkan masalah plagiasi, saya jadi mikir. Ini mahasiswa emang sengaja males lalu memplagiat karya orang atau memang dia ngga tau cara mengutip karya orang lain dengan elegan? Dan saya mencoba berpikir positif dengan memilih yang kedua. Oleh karena itu, saya sengaja memposting Pedoman Penulisan Skripsi dan APA Referencing System dengan tujuan, siapapun, bukan hanya mahasiswa Psikologi Unair, sadar bahwa karya intelektual itu seharusnya dihargai. Mengutip itu keniscayaan dalam menulis, tapi kalo persis kan ya ngga bener juga. Untungnya di buku APA Manual Publication dijelaskan dengan sangat jelas mengenai batasan-batasan plagiasi.

Silahkan Download Pedoman Penulisan Skripsi (diterbitkan oleh Unit Penelitian dan Publikasi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga) DISINI

APA Referencing System diterbitkan oleh Flinders University DISINI

APA Manual Publication Sixth Edition versi super duper lengkap terbitan American Psychological Association DISINI

About ameliazein

Awkward, period.

2 Responses to Pedoman Penulisan Skripsi dan APA Manual Publication

  1. sudah berubah ya suasana kampus

  2. Rizqy Amelia Zein Badjabir ⋅

    oh tentu mas. tapi berubah jadi mencekam gara2 plagiasi “–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s