<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Antara Esoterisme, Religi, dan Psikologi Materialisme ; Posisi Psikologi Humanistik dalam Panggung Sejarah</title>
	<atom:link href="http://amel16.wordpress.com/2008/10/20/antara-esoterisme-religi-dan-psikologi-materialisme-posisi-psikologi-humanistik-dalam-panggung-sejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amel16.wordpress.com/2008/10/20/antara-esoterisme-religi-dan-psikologi-materialisme-posisi-psikologi-humanistik-dalam-panggung-sejarah/</link>
	<description>lebih baik terasing daripada harus menyerah pada kemunafikan *Soe Hok Gie</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Nov 2009 07:38:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Rizqy Amelia Zein Badjabir</title>
		<link>http://amel16.wordpress.com/2008/10/20/antara-esoterisme-religi-dan-psikologi-materialisme-posisi-psikologi-humanistik-dalam-panggung-sejarah/#comment-25</link>
		<dc:creator>Rizqy Amelia Zein Badjabir</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 02:48:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amel16.wordpress.com/?p=10#comment-25</guid>
		<description>@agus
sebenarnya, di seluruh tatanan masyarakat pasca sejarah (antitesis dari prasejarah nih maksudnya) selalu ada unsur hierarki. budaya feodalisme dimanapun ia berada, entah di kebudayaan jawa, kebudayaan dayak, kebudayaan tibet, dsb selalu menghendaki adanya hierarki.
tanpa adanya hierarki, masyarakat hanyalah sekumpulan manusia yang berbentuk kerumunan (crowd), dan kerumunan biasanya selalu menimbulkan anonimitas. sehingga keteraturan sangat sulit dicapai.

saya memandang budaya jawa yang sangat normatif sebagai usaha untuk membentuk struktur kemasyarakatan yang jelas, agar terjadi keteraturan. kasarannya, menggunakan sistem norma dan nilai sebagai sarana mengajarkan manusia arti dari kemanusiaan itu sendiri. bebas bukan berarti tanpa aturan kan?

saya jadi ingat pada pendapat Jaques Lacan, &quot;Masyarakat yang teratur adalah masyarakat yang hidup berdampingan dengan sistem aturan (nilai dan norma)&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@agus<br />
sebenarnya, di seluruh tatanan masyarakat pasca sejarah (antitesis dari prasejarah nih maksudnya) selalu ada unsur hierarki. budaya feodalisme dimanapun ia berada, entah di kebudayaan jawa, kebudayaan dayak, kebudayaan tibet, dsb selalu menghendaki adanya hierarki.<br />
tanpa adanya hierarki, masyarakat hanyalah sekumpulan manusia yang berbentuk kerumunan (crowd), dan kerumunan biasanya selalu menimbulkan anonimitas. sehingga keteraturan sangat sulit dicapai.</p>
<p>saya memandang budaya jawa yang sangat normatif sebagai usaha untuk membentuk struktur kemasyarakatan yang jelas, agar terjadi keteraturan. kasarannya, menggunakan sistem norma dan nilai sebagai sarana mengajarkan manusia arti dari kemanusiaan itu sendiri. bebas bukan berarti tanpa aturan kan?</p>
<p>saya jadi ingat pada pendapat Jaques Lacan, &#8220;Masyarakat yang teratur adalah masyarakat yang hidup berdampingan dengan sistem aturan (nilai dan norma)&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agus</title>
		<link>http://amel16.wordpress.com/2008/10/20/antara-esoterisme-religi-dan-psikologi-materialisme-posisi-psikologi-humanistik-dalam-panggung-sejarah/#comment-10</link>
		<dc:creator>agus</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 14:06:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amel16.wordpress.com/?p=10#comment-10</guid>
		<description>boleh tanya ndak?? bagaimana psikologi humanistik di kaitkan dengan kebudayaan jawa atau sikap mental jawa (nrima) yang sudah begitu mendarah daging pada diri manusia jawa??

yang saya ketahui tentang psikologi humanistilk adalah “Humanis” dalam pengertian mengkaji apa yang menjadikan kita di – “Manusia” – kan, dan mengkaji tentang fungsi-fungsi keseharian dan pengalaman subjektif kemakhlukan manusia secara keseluruhan (Helen Graham)

yang saya lihat pada budaya jawa yang masih kental dengan sistem feodalisme dan sistem kolonialisme kedudukan manusia yang begitu tinggi telah di hancurkan oleh budaya jaw yang seperti itu??

bisa kasih pendapat ndak tentang hal itu???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>boleh tanya ndak?? bagaimana psikologi humanistik di kaitkan dengan kebudayaan jawa atau sikap mental jawa (nrima) yang sudah begitu mendarah daging pada diri manusia jawa??</p>
<p>yang saya ketahui tentang psikologi humanistilk adalah “Humanis” dalam pengertian mengkaji apa yang menjadikan kita di – “Manusia” – kan, dan mengkaji tentang fungsi-fungsi keseharian dan pengalaman subjektif kemakhlukan manusia secara keseluruhan (Helen Graham)</p>
<p>yang saya lihat pada budaya jawa yang masih kental dengan sistem feodalisme dan sistem kolonialisme kedudukan manusia yang begitu tinggi telah di hancurkan oleh budaya jaw yang seperti itu??</p>
<p>bisa kasih pendapat ndak tentang hal itu???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: krishandi</title>
		<link>http://amel16.wordpress.com/2008/10/20/antara-esoterisme-religi-dan-psikologi-materialisme-posisi-psikologi-humanistik-dalam-panggung-sejarah/#comment-9</link>
		<dc:creator>krishandi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 07:43:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amel16.wordpress.com/?p=10#comment-9</guid>
		<description>enak yo bisa nulis tg psiko. aku pengen naruh tugasku di blog tg kritik terhadap media indonesia malah wedi peh. wedi nek diserang sm yg aku kritik. hoahoahoa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>enak yo bisa nulis tg psiko. aku pengen naruh tugasku di blog tg kritik terhadap media indonesia malah wedi peh. wedi nek diserang sm yg aku kritik. hoahoahoa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: PhebeZPY</title>
		<link>http://amel16.wordpress.com/2008/10/20/antara-esoterisme-religi-dan-psikologi-materialisme-posisi-psikologi-humanistik-dalam-panggung-sejarah/#comment-6</link>
		<dc:creator>PhebeZPY</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 02:16:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amel16.wordpress.com/?p=10#comment-6</guid>
		<description>Waow..km nulis ky gn, Kik?
Hebat bgt..aq aja g ngerti apaan sih esoterisme tu?
G sekalian nulisin bag.ku d psi human?
Hahahahaha..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waow..km nulis ky gn, Kik?<br />
Hebat bgt..aq aja g ngerti apaan sih esoterisme tu?<br />
G sekalian nulisin bag.ku d psi human?<br />
Hahahahaha..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sararocks</title>
		<link>http://amel16.wordpress.com/2008/10/20/antara-esoterisme-religi-dan-psikologi-materialisme-posisi-psikologi-humanistik-dalam-panggung-sejarah/#comment-3</link>
		<dc:creator>sararocks</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 09:42:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amel16.wordpress.com/?p=10#comment-3</guid>
		<description>Kik . Kabbalisme itu sama ga sih kyk Kabala ? Agama yg dianut Madonna tuww .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kik . Kabbalisme itu sama ga sih kyk Kabala ? Agama yg dianut Madonna tuww .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
